Minggu, 03 Maret 2019

Review Novel Sebelas - Dya Ragil

Sebelas - Dya Ragil



Judul : Sebelas
Penulis : Dya Ragil
Penerbit : Ice Cub
Jumlah Halaman : vii + 277 hlm
Cetakan Pertama, Mei 2015





Rania kembali menginjakkan kakinya di Yogyakarta setelah beberapa tahun ikut berpindah kota mengikuti sang ayah -mantan atlit sepakbola Indonesia. Sudah empat tahun juga ia tidak bertemu dengan Mas Bara - kakaknya dan sang ibu. Kepindahan di sekolah baru - sekolah yang sama dengan sang kakak, disambut dengan kabar bahwa Mas Bara memutuskan untuk berhenti bermain sepakbola. Padahal Rania tahu kakaknya sangat menyukai sepakbola. Kakaknya enggan memberi tahu alasannya dan Rania berusaha mencari tahu alasan di baliknya. Yang membuat ia mengenal Mas Danang sahabat Mas Bara yang ternyata menjadi kunci di balik alasan Mas Bara berhenti dan Mas Bayu yang dengan terang-terangan tidak menyukai Mas Bara dan juga ayah mereka.

Alur bergerak maju, jalan cerita terasa pas. Didukung dengan cara penulisan yang ringan tapu tidak terkesan terlalu santai, jadi terasa mengalir saja membacanya.
Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Rania.
Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan baik.
Ide cerita dan konflik juga terasa fresh dengan sedikit bumbu berbau sepakbola. Ditambah ada plot twist yang membuatnya semakin menarik. Pokoknya sampai nggak sadar, dalam waktu sekejap sudah habis. 👍

Novel ini mengangkat tema keluarga, dengan sedikit menyinggung dunia sepakbola dan sepakbola untuk perempuan di Indonesia.

Sebelas, selesai!

Review Novel Reva's Tale - Ruby Astari

Reva's Tale - Ruby Astari


Judul : Reva's Tale
Penulis : Ruby Astari 
Penerbit : Ice Cub
Jumlah Halaman : 202 hlm
Cetakan Pertama, Mei 2015

Ini merupakan buku ke 10 dalam Series ini.

Reva yang gemar menulis, menulis kisah mengenai kastil sunyi di akun medsosnya. Jenar, sahabat Reva, yang membacabya merasa kisah yang ditulis Reva ada kaitannya dengan kehidupan nyata Reva. Ditambah saat Jenar tidak dapat menghubungi Reva berhari-hari, tiba-tiba saja Jenar mendapat kabar Reva kabur dari rumah. Jenar tahu kali ini ia harus bertindak untuk membantu Reva. Dan Jenar yakin apa yang Reva tulis berkaitan dengan Kastil Sunyi pasti ada kaitannya. •
Alur bergerak maju mundur, jalan cerita terasa pas. Didukung dengan cara penulisan serta ada kisah yang ditulis Reva, membuat aku sebagai pembaca larut di dalamnya dna penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang ketiga.
Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan sangat baik.
Ide cerita dan konflik juga terasa fresh.

Novel ini mengangkat tema keluarga, persahabatan, misteri. Dari novel ini, kita diajak untuk berani selama kita benar dan jangan memikirkan apa yang orang lain ucapkan.

Reva's Tale, selesai!

Review Novel Summit - Peringga Ancala

Summit - Peringga Ancala




Judul : Summit
Penulis : Peringga Ancala
Penerbit : Ice Cub
Jumlah Halaman : v + 193 hlm
Cetakan Pertama, Mei 2015



Idan, seorang anak band yang bertekad untuk mendaki hingga puncak Gunung Rinjani, padahal ia belum pernah mendaki gunung. Semua dilakukannya untuk menunjukkan pada Yona - mantan pacarnya, bahwa ia juga bisa seperti pacar Yona yang sekarang merupakan anak pecinta alam. Namun, sesampainya di Lombok, Idan baru mengetahui jika paket trekking yang sudah dipesannya ternyata ditipu. Pertemuan pertama dengan Lika di bandara juga kurang menyenangkan, dan Idan tidak menyangka bahwa mereka akan bertemu lagi dan ia akan membutuhkan bantuan dari Lika. Lika yang juga tidak menyukai Idan karena pertemuan pertama mereka, meragukan kemampuan Idan untuk mendaki gunung apalagi setelah mengetahui tujuan Idan mendaki. Dalam perjalanan mereka, Lika meyakinkan bahwa Idan akan memperoleh pelajaran hidup yang berharga.

Alur bergerak maju dan didukung dengan setting tempat yang dijabarkan dengan sangat mendetail, setting waktu yang cukup jelas, dan cara penulisan yang membuat aku sebagai pembaca, larut, seperti ikut berada di sana. 👍
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang pertama dari Idan dan Lika secara bergantian, membuat kita dapat menyelami pola pikir Idan dan Lika.
Desain dan tata lay out nya juga cantik.
Ide cerita dan konflik juga terasa fresh, hanya saja sedikit terasa dipaksa di bagian percintaan. Tapi secara keseluruhan, kisahnya sangat menarik, karena juga mengangkat sedikit mengenai suku Sasak, tempat wisata di Lombok.

"Jangan bunuh apapun kecuali waktu, jangan ambil apapun kecuali foto, dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak. Salam lestari!"

Summit, selesai!