Minggu, 10 Juni 2018

Review Novel KILOVEGRAM - Mega Shofani

KILOVEGRAM - MEGA SHOFANI


Hola gengs. Minggu ini, sesuai janji di Instagram, aku bakal post review novel karya Kak Mega Shofani - Kilovegram. 

Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih kepada Kak Mega yang memberikan kesempatan untuk bisa memeluk Kilovegram.

Bicara soal Teenlit, aku jadi teringat masa aku duduk di bangku SMP *please jangan tanya berapa tahun yang lalu aku duduk di bangku SMP, karena sampai sekarang rasanya aku masih berusia 17 tahun.* *minta dikeroyok, gak ingat umur* :'))

Waktu zaman SMP baca Teenlit koleksi perpustakaan sekolah. Tapi setelah beberapa tahun, entah kenapa feel Teenlit tuh kurang ngena aja di hati. Kayak ada yang berubah.Dan di Kilovegram, akhirnya balik perasaan zaman sekolah dulu kalau baca Teenlit. Seperti kalau lagi dengar lagu tertentu yang bisa buat kita teringat akan suatu kenangan, nah novel ini berhasil buat aku terkenang masa sekolah. Ada gelenyar-gelenyar di hati. Apa sih bahasamu Sis 😂. Cukup sudah kalian mendengar kegaje-an aku. Kita intip dulu blurb-nya dulu yuk..

Judul : Kilovegram
Penulis : Mega Shofani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum
Jumlah Halaman : 272 hlm
2018

Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi…. gendut.

Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan lagi diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serba bisa, masuk ke SMA yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terang-terangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna pun memutuskan mulai berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, langsing! Ia tidak
akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.

❣❣❣❣❣


"Gimana mau punya cowok kalau badan aja pipi semua? Gimana mau ada yang naksir, betis aja kayak tabung gas begini? ... "
Aruna Mega ,gadis bertubuh tambun dengan tinggi 163 cm dan beratnya 90 kg.
*ehem, gambaran Aruna secara fisik sama loh pas aku zaman SMA. Sekarang? Tentu saja belum beda jauh 😂. Masih di sekitar angka yang sama. :D

Aruna, gadis yang kebal dengan ejekan yang diarahkan kepadanya. Tapi sebenarnya meskipun terlihat tidak peduli, terkadang membuat Aruna memikirkannya. Stop body shaming pleaseee! Sampai duduk di bangku SMA pun, masih ada saja yang mem-bully Aruna, sebut saja inisialnya Diana dan Imey. Dasar duo racun!

Aruna bisa dibilang tipikal mahluk penyendiri yang tidak begitu bergaul, hanya akrab dengan Raka seorang. Tapi, bukannya banyak orang yang bilang yah, gak ada istilah persahabatan antara pria dan wanita? Apa iya, minimum salah satu dari mereka tidak pernah memikirkan perasaan mereka untuk yang lainnya? Hmmmm, saya muali mencium aroma-aroma. Eh, maaf salah acara. Mari kita lanjut.

Dibuka dengan kemanisan hubungan antara Raka dan Runa yang bikin klepek-klepek. Sampai Nada - sepupu Aruna datang ke Jakarta. Saat berbincang dengan Nada mengenai alasan kepindahannya ke Jakarta hingga merembet ke masalah percintaan Nada, Aruna mulai memikirkan tentang jatuh cinta.

Nada itu cantik, memiliki tubuh ideal, cerdas dan berbakat. Kemunculan Nada di sekolah yang sama dengan Aruna, mengundang banyak perhatian, termasuk Raka. Yang menyebalkan adalah semenjak mengenal Nada, Raka jadi semakin menjauh dari Aruna. Dikit-dikit yang dicari Nada dan Aruna dicuekin. Kesyelll kan sama Raka?

Terus gimana perasaan lo, kalau sepupu lo sendiri cerita perlakuan manis cowok ke dia, tapi cowok itu adalah orang yang lu taksir?
Sakit gak berdarah cuyyy. *sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku. Sakitnya tuh di sini, pas kena hatiku.* ada yang nyanyi di dalam hati? 😂
"Kayaknya gue mulai naksir Raka deh."
Ucapan Nada ditambah kedekatan antara Raka dan Nada, serta ucapan Raka yang keterlaluan membuat Aruna memutuskan untuk diet agar dapat mencuri kembali perhatian Raka.

Dan untuk itu semua, Aruna mengambil jalan pintas. Dengan cara yang instan. Obat pelangsing.


Uh uh uh.. Jangan dicontoh ya gengs. Kalau mau turunin berat badan, harus dengan cara yang sehat. Segala sesuatu yang diperoleh dengan perjuangan lebih bermakna kan gengs?

"Tapi kalau cari teman dekat, cari yang baik, ya? Yang bisa memompa semangat satu sama lain. Dalam hal pelajaran, misalnya."
Tuh, dengar pesan mama Aruna. Jangan cari pacar cuma buat status atau buat gaya di depan yang lain yah. Cari yang bisa jadi pemompa semangat kita satu sama lain. 

Raka mulai kalang kabut lihat Aruna akrab dengan cowok lain. Syukurin! Memang lakik cuma lo doang! Kesalll sama Raka! Raka tiba-tiba jadi posesif, Raka enggak suka melihat Aruna lebih akrab dengan pria lain.

Mana mulut Raka tajamnya ngalahin silet. Mana alamat Rakaaaa 😠😠😠. Mau aku samperin dan ku jejelin cabe sekilo! 

Aruna khusus buatin Tiramisu untuk Raka, berniat untuk mengungkapkan perasaanya pada Raka. Berhasil gak yah? Apa perasaannya akan berbalas? Atau Raka akan memilih Nada? Atau mungkin akan ada cinta yang baru untuk Aruna?

Psst, ngomong-ngomong, aku kebagian Tiramisu dari Aruna loh 😂. 



"...., bahwa cinta bukan sekadar mementingkan fisik. Melainkan melibatkan lebih dari itu... perasaan. Dan kelak akan ada saatnya seseorang yang membuktikan semua itu." (Hlm 118)
Bukan hanya mengangkat kisah cinta remaja di dalamnya, ada kisah persahabatan, dan juga menyinggung body shaming yang dianggap biasa oleh beberapa orang. Juga mengajak pembaca untuk lebih percaya diri dan jangan selalu memilih jalan instan untuk mencapai apa yang diinginkan, salah satunya dalam menurunkan berat badan. Semua pasti membutuhkan usaha dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kita juga diajak untuk lebih mencintai diri kita sendiri apa adanya. 

Bagaimanapun juga, jika kita mengubah diri kita menjadi orang lain demi disukai oleh orang lain, bukankah diri kita sendiri yang memulai untuk tidak mencintai diri kita apa adanya. Jika kita sendiri saja tidak bisa mencintai diri kita sendiri, apalagi orang lain?

Alur bergerak maju, sedikit mundur pada bagian awal. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang ketiga. Jalan cerita mengalir dengan baik. Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan baik. Ide cerita memang terbilang sudah pernah dibahas yang setipe, namun tetap dikemas dengan sangat apik. Cara penulisannya juga baik.

Kelebihan novel ini :
  • Banyak pesan moral di dalamnya untuk para remaja untuk mencintai diri mereka sendiri apa adanya, dan juga untuk meraih segala sesuatu juga sebaiknya jangan menggunakan cara yang instan. Salah satunya dalam menurunkan berat badan. 
  • Novel ini juga mengajak pembacanya untuk lebih percaya diri.
  • Penulis berhasil membuat pembacanya larut dengan kisah di dalamnya dan kesal pada salah satu karakter di dalamnya. (ini asumsi pribadi yah).

Kelemahannya :
  • Aku menemukan kalimat yang kurang lengkap di halaman 188 paragraf ke 2. Tapi aku masih bisa menangkap sih maksud kalimatnya. Tidak berpengaruh ke cerita yang kita baca.


Secara keseluruhan, kisahnya manis tapi juga berhasil menyulut emosi pada tokoh di dalamnya. Artinya penulis berhasil menyampaikan dengan baik sehingga membuat aku sebagai pembaca larut di dalamnya. Gumash gemash gitu deh bacanya.

Karakter favorit aku Aruna dong 😍. Sebenarnya gak rela pisah sama Aruna dan novel ini sepertinya akan tetap menarik untuk dibaca ulang. Novel ini bagusssss!!!

Kalian bisa dapatkan Kilovegram di toko buku kesayangan kalian seharga Rp 65.000,-. Atau di toko buku online. 

Aku mau mengucapkan terima kasih pada kak Mega Shofani yang sudah memberi kesempatan berkenalan dengan Aruna dan yang lainnya. Akhirnya bisa menikmati Teenlit kembali setelah sekian lama.

"Cinta memang bukan soal ukuran, bukan soal angka pada jarum timbangan, juga bukan soal wajah yang dipoles riasan. Cinta melibatkan lebih dari itu. Yaitu perasaan." (Hlm 268)

Kilovegram, selesai!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar